Selasa, 07 Februari 2012

BELAJAR MEMBUAT PUPUK UREA

Mari belajar bersama cara membuat Pupuk Urea..

Yups… Berhubung bidang tempat saya mencari nafkah ada hubungannya dengan pupuk buatan (Urea) maka tidak ada salahnya saya berbagi kayak apa sih Pupuk Urea yang biasa petani pakai itu dibuat.
Okey… kita mulai saja… sebelum kita belajar cara membuat Urea, kita belajar bahan-bahannya dulu.. seperti kalo kita mau masak gitu :D … siapin bahan-bahannya dulu, di kupas, di bersihin, ditimbang terus di masak… begitupun juga membuat Urea, cari bahan-bahannya dulu, di bersihin, ditakar terus direaksikan.. jadilah Ureanya para petani…
Mungkin kita hanya mengenal Pupuk Urea itu hanya digunakan petani untuk memupuk pertanian dan perkebunan, padahal ada beberapa produk turunan yang juga berbahan baku dari Urea, seperti melamin yang yang biasa kita pakai atau juga formalin (pengawet) dan masih banyak yang lainnya…
Kembali ke bahan-bahan pembuatan Urea…. Dulu saya pernah ditanya oleh para tetangga saya yang di Jawa yang kebetulan mayoritas mata pencarian meraka adalah petani sawah(yang nanya itu mbah-mbah yang sudah berusia lebih 65 th ), dia nanya “Pupuk Urea itu dibuatnya dari apa??? Apakah dibuatnya dari daun yang dikumpulkan? Karena di kalimantan hutannya kan masih lebat!!” saya jadi agak bingung menjawab pertanyaan ini, akhirnya saya jawab dengan jawaban singkat “iya”…. saya bingun mau menjelaskan seperti apa, takutnya mbahku tambah bingung…. :D
Bahan baku pembuatan Urea adalah Amoniak ( NH3 ) dan Karbon Dioksida ( CO2 ), Amoniaknya dalam bentuk Liquid dan karbon Dioksida dalam fasa gas. Dari mana kedua bahan itu diperoleh??? Amoniak ( NH3 ) diperoleh dari reaksi H2 dan N2… N2 diperoleh dari udara bebas sedangkan H2 diperoleh dari proses reform Gas Alam ( CH 4 ) dan gas Karbon Dioksida berasal dari produk samping proses pembuatan Amoniak tadi… (agak mbulet gitu )… Dan karena Gas Alam merupakan komponen vital dalam industri pupuk maka biasanya Industri Fertilizer itu pasti berada di lokasi yang dekat dengan Lapangan gas, seperti di Aceh, Palembang, Gresik, Cikampek dan Bontang itu sendiri…
Amoniak ( NH3 )
Ammonia Gas – Anhydrous Ammonia – Liquid Ammonia – Nitro-Sil
Sifat-sifat Fisik.
Gas Amoniak lebih ringan dibanding dengan Udara, Gas tidak berwarna, iritan, dapat meledak dan terbakar pada kondisi tertentu, mudah larut dalam air dengan reaksi eksotermis. Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian, karena Amoniak digolongkan sebagai bahan beracun jika terhirup.  Amoniak dikenal dengan baunya yang spesifik yang mempunyai sifat-sifat fisis sebagai berikut :
  • Titik leleh : -77.7 oC
  • Titik didih : -33.4 oC
  • Tekanan Uap : 400 mmHg (-45,4 oC)
  • Kelarutan dalam air : 31 g/100g (25 oC)
  • Berat jenis : 0.682 (-33,4 oC)
  • Berat jenis uap : 0.6 (udara=1)
  • Suhu kritis : 133 oC
  • Berat Molekul : 17.03
Sifat-sifat bahaya.
Kesehatan :
Efek Jangka Pendek (Akut)
Iritasi terhadap saluran pernapasan, hidung, tenggorokan dan mata terjadi pada 400- 700 ppm. Sedang pada 5000 ppm menimbulkan kematian. Kontak dengan mata dapat menimbulkan iritasi hingga kebutaan total. Kontak dengan kulit dapat menyebabkan luka bakar (frostbite).
Efek Jangka Panjang (Kronis)
Menghirup uap asam pada jangka panjang mengakibatkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan paru-paru. Termasuk bahan teratogenik. Nilai Ambang Batas : 25 ppm (18 mg/m3) (ACGIH 1987-88) STEL 35 ppm (27 mg/m3).
Toksisitas : LD50 = 3 mg/kg (oral, tikus). LC 50 = 200 ppm (tikus menghirup 4 jam)
Kebakaran :
Dapat terbakar pada daerah mudah terbakar : 16-25 % (LFL-UFL). Suhu kamar : 651 oC.
Reaktivitas :
Stabil pada suhu kamar, tetapi dapat meledak oleh panas akibat kebakaran. Larut  dalam air membentuk ammonium hidroksida.
Keselamatan dan Pengamanan.
Penanganan & Penyimpanan.
Hindari gas berada dalam ruang kerja, hindari dari loncatan api dan sumber panas.  Simpan pada tempat dingin, kering dan berventilasi dan jauh dari populasi. Hindarkan  dari asam, oksidator, halida, etoksi, logam alkali dan kalium klorat.
Tumpahan & Bocoran.
Bila terjadi tumpahan atau bocoran, harus ditangani oleh orang yang terlatih dengan  memakai alat pelindung diri. Jauhkan dari sumber api. Kabut amoniak dapat disemprot  oleh air.
Alat Pelindung diri.
Paru-paru : Masker dengan Filter Amoniak atau respirator udara
Mata : Safety goggles dan pelindung muka
Kulit : Gloves (neoprene, karet, PVC karet butil)
Pertolongan Pertama.
Terhirup :
Bawa ke tempat aman dan udara yang segar, beri pernapasan buatan jika perlu, segera bawa ke dokter.
Terkena mata :
Cuci dengan air bersih dan mengalir selama 20 menit dan segera bawa ke dokter.
Terkena kulit :
Cuci dengan air bersih dan mengalir selama 20 menit, lepaskan pakaian yang tekontaminasi.
Pemadam Api.
Hentikan kebocoran gas dengan aman, gunakan semprotan air sebagai pendingin. Media pemadaman CO2, halon, bubuk bahan kimia kering.
Kegunaan.
  • Industri pupuk (Urea)
  • Bahan kimia (Asam Nitrat, Amonium Nitrat, Soda Ash, Amonium Chlorida, dll)
  • Media pendingin (pabrik es, cold storage, refrigerator)
  • Industri makanan (MSG, Lysine)
Informasi Lingkungan.
Amoniak dalam air amat beracun bagi ikan, udang dan binatang air lainnya. Dapat menimbulkan kesuburan tanaman air (eutropia). NH3 dalam air dapat dibuang dengan proses tripping (pH optimum ± 12) atau dengan proses mikrobiologi. Limbah amoniak dapat dinetralkan dengan asam sulfat (pupuk ZA). Baku mutu ambien untuk pencemaran amoniak adalah 2 ppm. Asap tebal akibat kecelakaan dalam transportasi pengangkutan amoniak dapat disemprot dengan air.
Karbon Dioksida (CO2)
Karbon Dioksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak dapat meledak dan tidak dapat terbakar (makanya gas CO2 dipakai untuk bahan APAR yang khusus untuk area listrik). Karbon dioksida ketika dihirup pada konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, ia akan terasa asam di mulut dan mengengat di hidung dan tenggorokan. Efek ini disebabkan oleh pelarutan gas di membran mukosa dan saliva, membentuk larutan asam karbonat yang lemah. Gas Karbon Dioksida lebih berat daripada Udara dan mempunyai sifat fisis sebagai berikut :
  • Density (cair, 20 kg/cm2, 25 o C ) : 1800 kg/m3
  • Tripple Point : -57 o C dan 5,1 atm
  • Critical Point : 31 o C dan 72,8 atm
  • Berat Molekul : 44,01
Kegunaan
  • Industri pupuk (Urea)
    Industri Minuman
Urea ( NH2CONH2)
Sedangkan Bentuk dan sifat-sifat Urea adalah : Urea berupa kristal putih, tidak dapat terbakar, bukan penghantar panas, Hygroskopis dan mudah larut dalam air serta mempunyai sifat fisis sebagai berikut :
  • Density (padat pada 20 o C ) : 1335 kg/m3
  • Titik leleh ( melting Point ) : 132 o C
  • Panas Spesifik (Melt ) : 126j/mol/o C
  • Panas peleburan ( Melt Point ) : 13,6 kj/mol
  • Berat Molekul : 60,056
Manfaat unsur hara Nitrogen yang dikandung pupuk Urea
  • Membuat bagian tanaman lebih hijau dan segar
  • Mempercepat pertumbuhan
  • Menambah kandungan protein hasil panen
Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen pada tanaman
  • Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan
  • Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
  • Daun tua berwarna kekuningan . Pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
  • Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya
  • Jika dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari bagian bawah tanaman terus ke bagian atas tanaman.
Terus bagaimana cara pembuatan Urea tersebut??? jawabannya ada diartikel selanjutnya, karena ini sudah kepanjangan…..
Sekian dan semoga berguna…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar